Penghuni Tapteng Lodge di Sumatera Utara mengungkapkan kekesalan dan keprihatinannya atas lemahnya kesiapsiagaan bencana yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Warga yang sudah bertahun-tahun menghuni kawasan tersebut merasa kurang terlindungi jika terjadi bencana alam.
Salah satu warga, Bapak Rizal, angkat bicara mengenai masalah ini, dengan menyatakan bahwa BPBD belum memberikan pelatihan atau sumber daya yang diperlukan untuk membantu mereka bersiap menghadapi potensi bencana seperti gempa bumi atau banjir. Ia mencatat bahwa meskipun mereka telah diberikan beberapa informasi dasar tentang apa yang harus dilakukan jika terjadi keadaan darurat, namun belum ada tindak lanjut atau dukungan berkelanjutan dari badan tersebut.
Warga lainnya, Ibu Siti, mengungkapkan kekesalannya atas minimnya komunikasi dari BPBD. Dia menyatakan bahwa mereka belum menerima informasi terbaru atau peringatan apa pun tentang potensi bencana di wilayah tersebut, sehingga membuat mereka merasa rentan dan tidak siap.
Warga meminta BPBD untuk menanggapi keprihatinan mereka dengan serius dan memberikan dukungan dan sumber daya yang diperlukan untuk membantu mereka bersiap menghadapi bencana. Mereka mendesak badan tersebut untuk mengadakan sesi pelatihan rutin, menyediakan peralatan darurat, dan membangun sistem komunikasi agar warga tetap mendapat informasi tentang potensi ancaman.
Menanggapi keluhan warga, BPBD mengakui perlunya perbaikan dalam upaya kesiapsiagaan bencana. Mereka berkomitmen untuk bekerja sama dengan masyarakat untuk mengatasi kekhawatiran mereka dan memastikan bahwa warga cukup siap menghadapi potensi bencana.
Kedepannya, sangat penting bagi BPBD dan warga Tapteng Lodge untuk bekerja sama dalam menyusun rencana kesiapsiagaan bencana yang komprehensif. Dengan bekerja secara kolaboratif dan proaktif, mereka dapat menjamin keselamatan dan kesejahteraan semua orang di masyarakat jika terjadi bencana alam.
